Tuesday, December 29, 2009

di Balik Pergantian Tahun

Menjelang akhir tahun, pasti ada persiapan yang dilakukan oleh sebagian orang untuk menyambutnya. Apakah itu persiapan pesta tahun baru, event dalam rangka promosi, cuci gudang, diskon akhir tahun dan sebagainya. Yang menariknya, ada bisnis yang selalu muncul di moment pergantian tahun yaitu bisnis terompet.

Bisnis terompet memang hanya muncul dan meningkat volumenya pada saat menjelang pergantian tahun. Terompet dijadikan alat untuk mengekspresikan kegembiraan seseorang dalam menyambut tahun baru. Berbagai bentuk dan ukuran terompet yang biasanya dijajakan di pinggir-pinggir jalan. Berbahan dasar kertas, harga terompet yang dijual terbilang murah dari harga 5 ribu rupiah sampai dengan 50 ribu rupiah. Dengan harga yang seperti ini, tidak heran mulai dari anak-anak kecil sampai orang-orang dewasa tidak segan untuk membeli terompet dan meniupnya untuk memeriahkan acara baik di rumah, jalanan maupun di tempat-tempat wisata dan kafe.

Dengan ramainya orang membeli terompet, pertanyaan kita sebagai pelaku atau pengamat bisnis, berapa sih omzet dan keuntungan dibalik bisnis terompet ini. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, rata-rata pedagang terompet di pinggir jalan setiap hari rata-rata bisa menjual 20 terompet dengan omzet sekitar 150 ribu rupiah. Dengan lama penjualan sekitar 10 hari-an maka omzet total sebesar 1,5 juta rupiah dengan keuntungan bersih rata-rata 50% dari omzet atau sebesar 750 ribu rupiah. Memang kalau dilihat sepintas keuntungan yang diperoleh belum menggiurkan namun kalau dilihat dari jumlah ratusan pedagang terompet yang ada di Kota Tasikmalaya akan menjadi potensi yang cukup lumayan baik bagi para pedagang maupun produsen terompet.

Tuesday, December 22, 2009

Mengenal Sedikit Bisnis Property (Bagian 2)

Pada dasarnya bisnis property yang ada sekarang ini terbagi menjadi tiga :
1. Bisnis Jual Beli Rumah/Ruko
2. Bisnis Kavling Siap Bangun
3. Bisnis Developer

Bisnis jual beli rumah/ruko
Bisnis ini bisa dilakukan siapa saja dengan dana yang terbatas sekalipun. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah dengan cara menggunakan bantuan jasa appraisal rumah kemudian mengajukan permohonan kredit di bank. Apabila nilai appraisal kita di bawah dari nilai appraisal bank, maka kredit pun diajukan dengan harapan ada uang lebih dari hasil pelunasan rumah yang bisa digunakan untuk modal usaha atau mencicil rumah sekian bulan ke depan. Rumah/ Ruko yang sudah dibeli, bisa dimanfaatkan untuk dikontrakan atau menjadi tempat usaha. Hasil dari uang kontrakan atau usaha tersebut kemudian digunakan untuk mencicil rumah dan seterusnya.

Apabila skema bisnis yang pertama ini dijalankan, maka terbuka lagi peluang untuk mendapatkan rumah baru. Caranya setelah sekian waktu, nilai rumah mulai meningkat maka segera jual rumah tersebut. Dengan adanya keuntungan dari nilai jual ini, maka kita bisa melakukan pembelian rumah/rukodengan nilai dan kuantitas yang lebih meningkat lagi.

Bisnis Kavling Siap Bangun (KSB)
Yang harus dilakukan dalam melakukan Bisnis Kavling Siap Bangun diantaranya meliputi :
- Survey Lokasi
- Pemilihan Lokasi
- Transaksi dgn pemilik hrs dgn notaris
- Pembuatan Site Plan
- Pengkaplingan 200 – 800 m2
- Pemasangan patok
- Transaksi dgn calon pembeli
- Pengurusan Sertifikat

Persyaratan Pemilihan Lokasi untuk KSB diantaranya :
- 3 L = lokasi – lokasi – lokasi
- Lokasi strategis, dekat kota, kampus , pasar, perkantoran dsb
- Ukuran 2000 – 5000 m2
- Bentuk siap kapling utk perumahan
- Harga relatif murah
- Tanah sudah sertifikat & tidak sengketa
- Jalan masuk ke lokasi minimal 5 meter
- Posisi rata atau di atas jalan
- Sekitarnya sudah ada rumah-rumah

Buat brosur utk menjual rumah
- Dijual
- Denah lokasi digambarkan secara jelas
- Denah kavling
- Keterangan
1. Sertifikat
2. Lokasi sangat strategis
3. Dekat kampus
4. Jalan lebar 5 m
5. Air , listrik
6. Ukuran kavlingHarga 750 rb / m2
7. Hubungi nomor telepon
Hindari :
1. Beli rumah / tanah dekat makam
2. Di bawah sutet
3. Di daerah Bencana, banjir, tanah labil
4. Sertifikat gagal di cek di notaris
5. Tanah bersengketa
6. Tanah tusuk sate

Bisnis Developer

Untuk bisnis ini akan kami jelaskan dalam edisi berikutnya. Tunggu saja.

Monday, December 14, 2009

Mengenal Sedikit Bisnis Property (Bagian 1)


Produk satu-satunya di dunia yang jarang turun harganya adalah tanah. Mengapa demikian ? Karena tanah diciptakan oleh Allah relatif tidak bertambah dan berkurang sesuai dengan ukuran luas bumi yang relatif sama dari sejak diciptakan. Dengan pertumbuhan manusia di muka bumi dari waktu ke waktu maka semakin banyak lahan atau tanah yang dibutuhkan untuk rumah, lahan pertanian, industri dan sebagainya. Oleh karena itu, tidaklah heran kenaikan harga tanah ini berlangsung terus bahkan terjadi kenaikan yang fantastis yang bisa ditimbulkan oleh kondisi perubahan lingkungan di sekitarnya misalnya adanya pembangunan komplek perkantoran, pemindahan pasar, pembuatan jalan raya dsb.

Lalu bagaimana agar tanah yang merupakan sumber daya terbatas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan sumber penghasilan. Saya ceritakan kisah dari seorang penjual kangkung yang bernama Sukinah. Sukinah ini hidup sebatang kara, umur 40 tahunan dan belum pernah menikah. Dalam mempertahankan hidupnya, Sukinah berjualan kangkung dan sayuran lainnya di pasar dan ia tekuni hampir 10 tahun. Namun tahun ini, adalah tahun yang luar biasa bagi Sukinah karena tahun inilah ia bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Banyak orang termasuk sesama pedagang sayuran begitu takjub dengan Sukinah yang notabene hanyalah seorang pedagang kecil, bisa mengumpulkan uang dari hasil penjualan kangkungnya yang tidak seberapa untuk menunaikan ibadah haji.

Karena penasaran salah seorang pedagang bertanya “Mbak Sukinah, selamat ya bisa menunaikan haji. Semoga menjadi haji Mabrur. Ngomong-ngomong tolong dong ceritakan kiat-kiatnya Mbak Sukinah, bisa mengumpulkan uang dari hasil jual kangkung ini sehingga bisa menunaikan ibadah haji?” Mbak Sukinah pun menjawab ”Mas, saya berniat haji ini sudah lama 10 tahun yang lalu. Kebetulan waktu itu saya mendapat warisan sebidang tanah. Akhirnya saya tanami kangkung di tanah tersebut, dan saya jual kangkungnya ke pasar. Dengan cara itu saya bisa mendapatkan uang sedikit demi sedikit untuk ditabung. Memang tidak besar sih, cuma seribu rupiah sehari. Tapi karena sudah sepuluh tahun, tabunganku akhirnya bisa besar juga, sudah mencapai kira-kira 10 jutaan rupiah. Gitu Mas”. ”....lalu sisanya darimana Mbak, biaya haji kan bisa lebih dari 30 juta ?” tanya si pedagang penasaran. “Ya, saya kan jual kangkung ditambah tanahnya sekalian, gitu aja kok repot!!”.

He..he..he..itulah kisah kecil dari seorang pedagang kecil yang tahu benar memanfaatkan tanah untuk hidup dan merealisasikan cita-citanya. Tanah yang digarap untuk menanam kangkung, 10 tahun yang lalu hanya berharga 2 atau 3 jutaan rupiah. Sepuluh tahun yang lalu Ongkos Naik Haji (ONH) berkisar sekitar 9-10 jutaan. Mbak Sukinah tahu betul, kalaupun tanah itu dijual, ia belum bisa menunaikan ibadah haji. Dan strategi Mbak Sukinah dengan memanfaatkan tanah itu untuk menanam kangkung sangat tepat. Ada dua keuntungan yang diperolehnya, yaitu yang pertama, ia mendapatkan penghasilan dari penjualan kangkung dan yang kedua, ia juga mendapat keuntungan melalu kenaikan harga tanahnya. Kombinasi dari bisnis dan kenaikan harga tanah inilah melahirkan bisnis-bisnis property seperti yang semarak akhir-akhir ini.

Sunday, December 13, 2009

Duit dan Ilmu, dua sisi yang berbeda

Suatu saat bersama istri, saya sedang membantu (sambil belajar) membuat baso untuk dijual di gerai mie kami. Seperti biasanya, ada celotehan-celotehan ringan dari saya atau istri untuk mengusir kejenuhan. Istri pun nanya “Pah, kalau di kuliahan diajari buat baso seperti ini ga?”. Pertanyaan apa nyindir nih, pikirku. “Ya nggalah, kalau di kuliahan kan ilmu-ilmu manajemen, mana ada ilmu-ilmu praktis seperti ini. Yang kaya gini mah, ga perlu belajar S-1 atau S-2, cukup belajar ke mang-mang baso saja”. Istri lalu nimpalin lagi ”Pantesan ya pah, banyak sarjana-sarjana pengangguran, jelas aja ngga diajarin nyari duit atas usaha sendiri sihh” hehehe .. bener juga. Saya teringat saat kuliah di S-1 dan S-2 dulu, tidak ada yang mengajarkan bagaimana selepas dari kuliah, kita bisa mencari penghasilan sendiri. Walaupun ada kuliah mengenai Kewirausahaan, yang diajari adalah kiat-kiat usaha dari teori atau buku-buku karangan pengusaha, bukan dari pengalaman dosen itu sendiri, yang mungkin belum pernah sama sekali menggeluti dunia usaha.

Dari perbincangan yang sederhana ini, saya berpikir begitu besar sebenarnya efek dari pendidikan terhadap perekonomian negara kita. Selama ini, sekian puluh juta mahasiswa hanya diberikan ilmu atau wawasan untuk bekerja, bukan sebagai pengusaha dalam arti yang sesungguhnya. Ilmu kewirausahaan yang diajarkan hanya 2 SKS terlalu singkat untuk menjadikan seorang mahasiswa tergerak menjadi seorang pengusaha. Seharusnya, di setiap perguruan-perguruan tinggi diajarkan ilmu atau wawasan kewirausahaan yang lebih praktis seperti halnya yang diajarkan di Entreupreuneur University (EU) yang didirikan oleh Bapak Purdi E. Chandra.

Berapa banyak lulusan-lulusan EU dalam tempo yang tidak terlalu lama (kurang dari setahun) bisa menjadi pengusaha sukses dengan omzet miliaran rupiah per bulan dan menyerap tenaga kerja puluhan bahkan ratusan orang. Mengapa lembaga yang berwenang mengenai masalah ini, tidak segera bertindak nyata dan mengadopsi sistem EU. Secara sederhana, buatlah satu semester khusus materi-materi kewirausahaan yang diajarkan oleh para pengusaha tulen. Untuk prakteknya, buat 1 semester tambahan dengan bantuan dana dan pembimbing dari kampus dan para pengusaha. Kalaupun dari para mahasiswa tersebut ada yang langsung “nyebur” ke dunia usaha dan tidak kembali lagi ke bangku kuliah, saya kira mahasiswa tersebut malahan lulus dengan predikat cum laude sebagai mahasiswa berprestasi yang bertindak nyata terhadap negara ini.

Pah..pah…langsung saya tersadar ketika istri menepuk pundakku. “Ngelamunin apa pah….ngelamunin negara ya??? Hehehe…tau aja.

Seni dalam Mengundang (Bagian 2)

Berikut ini sedikit tips dalam mengundang :
1.Buat daftar nama yang akan diundang. Pastikan nama, gelar dan alamat tidak keliru.
2.Pilihlah media undangan yang tepat apakah melalui telepon, surat, email, sms atau bertemu langsung. Penggunaan jejaring sosial melalui internet seperti facebook sekarang ini banyak peminatnya dan lebih murah. Namun dengan media yang interaktif ini tentu saja mengandung bahaya apabila kita tidak membatasi diri untuk menjelaskan terlalu banyak dari materi yang akan disampaikan nanti.
3.Jangan bercerita banyak mengenai isi acara atau materi, cukup kata-kata kunci yang akan membuat penasaran yang diundang untuk datang. Misalkan kita mengundang dalam rangka presentasi bisnis baru yang menjanjikan, cukup lah dengan kalimat misalnya "Peluang Luar Biasa, hanya hari ini saja"
4.Pastikan komitmen yang akan diundang untuk datang ke acara. Tangkap sinyal keseriusan untuk datang melalui alasan atau respon yang diundang. Apabila terdapat alasan "akan cek jadwal dahulu" atau "kalau tdk ada kesibukan" atau " saya akan coba.." dapat diperkirakan tingkat kehadirannya maksimal 25%.
5.Berikan pujian yang tulus atas kebaikan atau keistimewaan yang diundang saat berinteraksi dengan mereka.

Memang banyak teori atau pengalaman cara mengundang yang efektif dari orang lain. Tetapi yang lebih baik adalah mencoba terus dengan keyakinan dan semangat pantang menyerah. Insya Allah, akhirnya akan berhasil juga.

Thursday, December 10, 2009

Seni Dalam Mengundang (Bagian 1)


Banyak kejadian yang saya alami, dalam pertemuan atau rapat yang melibatkan pihak luar (bukan internal organisasi) dihadiri oleh separuh bahkan hanya beberapa gelintir undangan. Padahal pertemuan atau rapat tersebut berskala cukup besar dengan biaya yang cukup besar juga. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pengundang dari perusahaan kecil tetapi juga perusahaan-perusahaan besar. Tidak hanya itu, walaupun jumlah yang datang cukup banyak tetapi rata-rata kedatangan para undangan itu tidak tepat waktu atau mulur bahkan sampai dengan 1 atau 2 jam.

Suatu saat, saya menghadiri Gathering Outlet bersama salah satu operator telekomunikasi di Indonesia. Di dalam undangan tertera acara akan dimulai pukul 10 pagi, dan saya pun bergegas agar tidak kesiangan karena pada saat itu saya ditunjuk untuk mewakili perusahaan dalam acara tersebut. Namun entah kenapa, sesampainya di lokasi acara, yang terlihat hanyalah dari jajaran panitia serta beberapa orang tamu undangan. Mau tidak mau saya menunggu dan menunggu, hingga acara dimulai 1,5 jam kemudian. Itupun jumlah undangan yang hadir hanya separuh dari tempat duduk yang tersedia .

Banyak kejadian yang sama terjadi terutama pada pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan untuk menjaring prospek seperti dalam MLM dsb. Apa letak kesalahannya sehingga pertemuan sepi dari peminat. Jawabannya adalah kesalahan dalam mengundang. Mengundang dianggap hal yang biasa dan secara subyektif hanya memperhatikan content dari undangan tetapi kurang jeli dalam melihat contex dengan yang diundang. Mengundang perlu teknik dan seni tertentu sehingga diharapkan tingkat keberhasilan undangan pun lebih tinggi.

Peringatan hari HAM sedunia, peringatan manusia sebagai insan


Setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia. Peringatan ini lahir sejak deklarasi HAM Sedunia pada tanggal 10 Desember 1948 dimana dengan deklarasi ini hak-hak asasi manusia harus dilindungi dari tindakan kesewenang-wenangan oleh pihak manapun. Perbudakan, penindasan oleh pemerintahan yang tiran, ras diskriminasi, pelecehan dsb menjadi perhatian dari para aktivitis HAM tidak hanya bersifat regional tetapi meluas menjadi suatu gerakan internasional.

Di Indonesia, banyak sekali torehan darah yang menghiasi sejarah HAM di Indonesia diantaranya kasus Munir, Kasus Tanjung Priok, Kasus Semanggi 1 dan Semanggi 2, Trisakti, Penculikan Aktivis Mahasiswa dsb. Sejarah juga mencatat bahwa penyelesaian hukum kasus-kasus tersebut seakan timbul tenggelam dan tak pernah selesai. Wajar saja, setiap ada peringata hari HAM sedunia, para demonstran dan aktivis HAM di Indonesia tetap mengutarakan tuntutan yang sama yaitu mengusut tuntas pelanggaran HAM dari kasus-kasus di atas. Banyaknya kasus inilah juga yang membuat lembaga Amnesty Internasional menempatkan Indonesia sebagai negara pelanggar HAM diantara 80 negara lainnya di Dunia.

Di balik pemahaman hak-hak asasi baik yang dianut oleh Barat ataupun Timur (Islam), terdapat benang merah yang sama diantara keduanya yaitu hak-hak asasi adalah menempatkan manusia sebagai al insan bukan sebagai mahluk hidup biasa. Manusia diberikan panca indera sebagaimana halnya binatang tetapi juga manusia diberikan akal dan hati yang tidak dimiliki mahluk lainnya. Manusa diberikan kewenangan dan keleluasaan oleh Tuhan untuk menjadi mahluk penguasa di muka bumi ini. Dengan kondisi inilah terkadang manusia menjadi over dozis, tamak dan serakah serta saling sikut diantara sesama manusia. Dengan potensi pada diri manusia seperti inilah, penegakan HAM menjadi sesuatu yang abadi selama manusia dan dunia masih berputar. Penegakan HAM adalah menegakkan jati diri manusia sebagai Insan yang lebih mulia daripada sekedar manusia.