Menjelang akhir tahun, pasti ada persiapan yang dilakukan oleh sebagian orang untuk menyambutnya. Apakah itu persiapan pesta tahun baru, event dalam rangka promosi, cuci gudang, diskon akhir tahun dan sebagainya. Yang menariknya, ada bisnis yang selalu muncul di moment pergantian tahun yaitu bisnis terompet.
Bisnis terompet memang hanya muncul dan meningkat volumenya pada saat menjelang pergantian tahun. Terompet dijadikan alat untuk mengekspresikan kegembiraan seseorang dalam menyambut tahun baru. Berbagai bentuk dan ukuran terompet yang biasanya dijajakan di pinggir-pinggir jalan. Berbahan dasar kertas, harga terompet yang dijual terbilang murah dari harga 5 ribu rupiah sampai dengan 50 ribu rupiah. Dengan harga yang seperti ini, tidak heran mulai dari anak-anak kecil sampai orang-orang dewasa tidak segan untuk membeli terompet dan meniupnya untuk memeriahkan acara baik di rumah, jalanan maupun di tempat-tempat wisata dan kafe.
Dengan ramainya orang membeli terompet, pertanyaan kita sebagai pelaku atau pengamat bisnis, berapa sih omzet dan keuntungan dibalik bisnis terompet ini. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, rata-rata pedagang terompet di pinggir jalan setiap hari rata-rata bisa menjual 20 terompet dengan omzet sekitar 150 ribu rupiah. Dengan lama penjualan sekitar 10 hari-an maka omzet total sebesar 1,5 juta rupiah dengan keuntungan bersih rata-rata 50% dari omzet atau sebesar 750 ribu rupiah. Memang kalau dilihat sepintas keuntungan yang diperoleh belum menggiurkan namun kalau dilihat dari jumlah ratusan pedagang terompet yang ada di Kota Tasikmalaya akan menjadi potensi yang cukup lumayan baik bagi para pedagang maupun produsen terompet.
(TTH) Tahun Tanpa Hutang
-
Setiap awal tahun, biasanya perusahaan menetapkan target dan program kerja
yang harus dilaksanakan untuk kemajuan perusahaan. Tolak ukur yang menjadi
kemaj...
14 years ago


